Dalam akuntansi, ada 5 proses yang biasa dilalui sebelum menjadi laporan keuangan. Kelima proses tersebut adalah sebagai berikut:
- Pencatatan
- Penggolongan
- Peringkasan
- Pelaporan
- Penganalisisan Data Keuangan
Kegiatan pencatatan dan penggolongan dilakukan rutin dan berulang-ulang setiap terjadi transaksi keuangan. Sedangkan untuk kegiatan pelaporan dan penganalisisan, biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu.
Ketiga laporan keuangan pokok harus memenuhi prinsip-prinsip akuntansi. Di Indonesia sendiri, prinsip-prinsip tersebut ditentukan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) yang ditetapkan pada kongres IAI yang kedua pada tahun 1973.
Dari sekian banyak prinsip akuntansi, hanya 3 prinsip saja yang perlu dimengerti, yaitu:
- Konsep Entitas. Konsep entitas atau kesatuan usaha dapat diartikan antara kesatuan usaha yang satu dengan kesatuan usaha lainnya, terdapat garis pemisah yang tegas, termasuk dengan transaksi pemiliknya. Dengan kata lain, transaksi-transaksi keuangan yang dicatat hanyalah transaksi yang berkaitan dengan organisasi yang bersangkutan.
- Prinsip Obyektivitas. Catatan atau laporan akuntansi harus didasarkan pada data yang dipercaya sebagai laporan untuk menyajikan informasi yang tepat dan berguna. Data yang dipercaya adalah data yang mampu diperiksa kebenarannya dan harus mampu dikonfirmasikan oleh pengamat yang independen. Oleh karena itu, catatan akuntansi harus didasarkan pada informasi yang berawal dari kegiatan yang didokumentasikan dalam bentuk bukti yang obyektif.
- Prinsip Biaya. Menetapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya.
Definisi akuntansi terdiri dari 2 sudut pandang, yaitu dari sudut pengguna jasa akutansi dan dari sudut proses akuntansi.
Dari sudut pengguna jasa, akuntansi didefinisikan sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi. Dari definisi ini, biasanya akuntansi diperlukan untuk:
- Membuat perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan oleh manajemen.
- Pertanggungjawaban organisasi kepada para investor, kreditur, badan pemerintah, dan sebagainya.
Dari sudut proses kegiatan, akuntansi dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisisan data keuangan suatu organisasi. Dengan kata lain, akuntansi harus memenuhi proses:
- Pengidentifikasian data yang berkaitan dengan keputusan yang akan diambil.
- Penganalisisan data yang relevan.
- Pengubahan data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan.
Istilah Akuntansi sendiri dikenal juga dengan Laporan Keuangan. Terdiri dari 3 laporan utama, yaitu laporan rugi laba (profit and loss account atau income statement), neraca (balance sheet), dan laporan arus kas (cash flow statement). Ketiga laporan tersebut memiliki bentuk dan tujuan masing-masing. Tapi, secara garis besar, ketiga laporan tersebut berfungsi untuk mengkomunikasikan kondisi keuangan kepada kolega, bawahan, maupun orang keuangan.